Kawasan Potensial, Distanak Kukar Komitmen untuk Membangun Pertanian dan Peternakan di Mangkurawang

img

(Kadis Distanak Taufik/pic:ist)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan, dengan wilayah Kelurahan Mangkurawang sebagai salah satu kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pertanian darat yang potensial.

Hal tersebut diungkapan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Taufik, pada saat mendapingi kegiatan kunjungan kerja Ketua DPRD Kukar, di Kelurahan Mangkurawang pada Rabu (6/11/2024) malam.

Taufik menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung pengembangan pertanian di Mangkurawang, terutama di sektor hortikultura dan peternakan.

“Dinas Pertanian Kukar masih berkolaborasi dengan peternakan, sehingga kami juga bisa membantu sektor peternakan di Kukar,” ujar Taufik dalam paparanya.

Ia menyebutkan, komitmen pembangunan ini juga merupakan bagian dari misi ketiga pemerintah kabupaten, yaitu meningkatkan pembangunan di sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Selain itu Taufik juga mengatakan bahwa pembangunan sektor pertanian dan peternakan di Kukar melibatkan berbagai aspek, seperti sarana, prasarana, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“ Selama ini tentunya dukungan pemkab mencakup penyediaan pupuk, bibit, benih, irigasi, serta pengelolaan manajemen yang melibatkan alat dan mesin pertanian. Hal ini dilakukan agar pengembangan pertanian di Mangkurawang semakin modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan Pemkab Kukar juga menekankan pentingnya mekanisasi dalam meningkatkan hasil pertanian. Taufik mengingatkan, pada 2017 lalu, Kelompok Tani Mangkurawang menjadi yang pertama menerima alat panen besar yang memungkinkan efisiensi lebih tinggi dalam kegiatan panen.

Meski demikian, diakuinya tentu masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi pada sektor pertanian ini, terutama dalam hal sarana dan prasarana.

“Dengan dukungan Ketua DPRD Kukar, pemerintah tentuny berupaya mengatasi kendala ini agar hasil produksi padi, jagung, dan hortikultura dapat terus meningkat, terutama sebagai dukungan terhadap kebutuhan pangan untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).”tandasnya .

Selain itu Taufik juga menyebutkan saat ini, Kukar telah menyumbang 43% dari kebutuhan beras di Kalimantan Timur. Bahkan Kukar juga mampu swasembada daging ayam. Namun, dalam sektor peternakan sapi masih memerlukan perhatian khusus agar bisa mencapai tingkat swasembada.

Oleh karena itu Taufik menyampaikan bahwa dalam sektor pertanian dan peternakan di Mangkurawang masih dihadapkan pada kondisi alam yang berbeda. Yakni sepertu permasalahan banjir yang terjadi di beberapa wilayah. Dan kondisi di sisi lain yang menghadapi kekurangan air.

“ Pemkab Kukar akan terus berusaha untuk menangani kendala ini dan memastikan sektor pertanian dan peternakan Kukar semakin maju.” tutupnya (adv/tan)